Selasa, 28 April 2026

Advokasi Rapor Pendidikan Tahun 2026 (28 APRIL 2026)

 





Berikut adalah ringkasan materi yang saya susun khusus untuk Anda sebagai Pengawas Sekolah yang akan terlibat dalam kegiatan Advokasi Pemanfaatan Rapor Pendidikan bagi Pemda dan Satuan Pendidikan (27–28 April 2026).

Ringkasan ini saya buat ringkas, jelas, struktural, dan siap Anda gunakan untuk presentasi, pendampingan, atau FGD.

1. Latar Belakang Kegiatan

  • Rapor Pendidikan Tahun 2025 telah dirilis oleh BSKAP Kemendikdasmen pada 12 Maret 2026.
  • Diterbitkan SE Sesjen Mendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar perencanaan dan perbaikan mutu layanan pendidikan.
  • Tugas Pokok BBPMP Jabar: Melaksanakan penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Barat melalui advokasi dan pendampingan kepada Pemda (Dinas Pendidikan Kab/Kota & Provinsi) serta Satuan Pendidikan.

2. Tujuan Kegiatan Advokasi

  • Mendorong adopsi Rapor Pendidikan (login dan unduh laporan).
  • Membantu menganalisis capaian Rapor Pendidikan Tahun 2025.
  • Mendorong pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan perencanaan kegiatan dan anggaran (RKPD, Renstra, RKT, RKAS).
  • Menyusun Rencana Aksi adopsi & pemanfaatan Rapor Pendidikan serta menetapkan PIC PMP di setiap wilayah.

3. Hasil yang Diharapkan

  • Pemahaman bersama tentang urgensi Rapor Pendidikan sebagai data perencanaan.
  • Tersusunnya Lembar Kerja (LK) Analisis Rapor Pendidikan oleh Pemda & Satdik.
  • Tersusunnya Rencana Aksi adopsi dan pemanfaatan.
  • Tersedianya data PIC PMP di setiap Kabupaten/Kota.

4. Apa Itu Rapor Pendidikan? (Inti Materi PSKP)

Rapor Pendidikan adalah instrumen evaluasi mutu pendidikan yang menyajikan data hasil pemetaan mutu secara komprehensif di tiga tingkat:

TingkatNama RaporDiakses diIsi Utama
Satuan PendidikanRapor Pendidikan Satuan PendidikanRuang SekolahKondisi mutu sekolah (Literasi, Numerasi, Karakter, Iklim Belajar, Kepemimpinan, dll)
Pemerintah DaerahRapor Pendidikan DaerahRuang PemerintahMutu layanan pendidikan daerah + capaian SPM Pendidikan
NasionalRapor Pendidikan Indonesia (Rapor Publik)Ruang PublikGambaran mutu pendidikan nasional, provinsi, kab/kota

Rapor Pendidikan selaras dengan Standar Nasional Pendidikan dan menjadi sumber data utama dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

5. Mengapa Rapor Pendidikan Penting? (Manfaat Utama)

  • Bagi Satuan Pendidikan:
    • Alat refleksi dan evaluasi diri (ED).
    • Dasar penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS/RKT/RKAS) yang berbasis data.
    • Identifikasi akar masalah untuk fokus perbaikan mutu (terutama Literasi, Numerasi, Karakter, dan Iklim Belajar).
  • Bagi Pemda (Dinas Pendidikan):
    • Dasar perencanaan berbasis data (RPJMD, RKPD, Renstra Dinas).
    • Monitoring & Evaluasi kinerja sekolah, pengawas, dan dinas.
    • Acuan penyusunan program intervensi dan alokasi anggaran.
  • Secara Umum: Menjadi umpan balik bagi perbaikan sistem pendidikan dan mendukung target RPJPN 2025–2045 serta RPJMN 2024–2029 (peningkatan Literasi & Numerasi).

6. Cara Memanfaatkan Rapor Pendidikan (Siklus yang Direkomendasikan)

Untuk Satuan Pendidikan:

  1. Login & Unduh Rapor Pendidikan 2025.
  2. Identifikasi capaian dan area yang masih rendah.
  3. Refleksi bersama (Kepsek, Guru, Pengawas).
  4. Merencanakan intervensi (masukkan ke RKT/RKAS).
  5. Melaksanakan & Memonitor kemajuan.
  6. Evaluasi berkala.

Untuk Pemda:

  • Integrasikan indikator Rapor Pendidikan ke dalam dokumen perencanaan.
  • Gunakan sebagai alat monitoring kinerja pengawas dan sekolah.
  • Susun program pendampingan berbasis data (bisa dikaitkan dengan platform Jabar Beraksi).

7. Update Akses Rapor Pendidikan 2025 (per April 2026)

Masih perlu dioptimalkan. Persentase satuan pendidikan yang sudah login dan unduh masih relatif rendah di berbagai jenjang. Oleh karena itu, advokasi dan pendampingan ini sangat strategis.

8. Link Pendukung Penting (Siapkan untuk Peserta)

Saran Penyampaian sebagai Pengawas

  • Tekankan peran Pengawas sebagai fasilitator pendampingan berbasis data.
  • Kaitkan dengan Jabar Beraksi (platform supervisi pengawas) — terutama bagian pelaporan Rapor Pendidikan.
  • Dorong peserta untuk langsung login dan mengisi LK analisis selama FGD.
  1. Materi link
  2. Sinkron dapodik link
  3. Sinkron dapodik rapor pendiidkan link
  4. Jabar Beraksi link

Senin, 27 April 2026

VERIFIKASI DAN VALIDASI SEKOLAH MAUNG SMAN 3 CIMAHI (27 APRIL 2026)









 

Tujuan utama Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah mencetak generasi muda Jawa Barat yang kompetitif, unggul dalam karakter, akademik, dan keterampilan, serta siap kerja atau masuk perguruan tinggi. Program yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi ini menggunakan kurikulum berbasis minat dan bakat, serta dirancang untuk menghapus ketimpangan kualitas pendidikan. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai tujuan Sekolah Maung:
Mencetak Generasi Unggul (Maung): Fokus utama adalah menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan karakter, kompetensi tinggi, dan berdaya saing di bidangnya masing-masing.
Kurikulum Berbasis Minat & Bakat: Sekolah Maung dirancang untuk mengasah potensi khusus siswa agar sesuai dengan kebutuhan industri atau perguruan tinggi.
Pendidikan Terintegrasi & Fleksibel: Menawarkan program pendidikan yang fleksibel, berfokus pada pengembangan prestasi akademik dan non-akademik siswa.
Penyetaraan Kualitas Pendidikan: Tujuan strategisnya adalah mengurangi atau menghapus ketimpangan kualitas antara sekolah-sekolah, sehingga sekolah dapat meningkatkan kontribusi positif terhadap hasil pendidikan.
Siap Kerja & Mandiri: Melalui kurikulum yang disesuaikan (termasuk 6 jurusan strategis), lulusan diharapkan langsung siap memasuki dunia kerja atau industri. 

Program Sekolah Maung ini direncanakan berjalan mulai tahun ajaran 2026/2027 dengan menggunakan 40 sekolah perwakilan SMA/SMK Negeri di Jawa Barat sebagai tahap awal


Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah program pendidikan unggulan inisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang diluncurkan pada tahun ajaran 2026/2027 untuk memfasilitasi siswa berprestasi akademik dan nonakademik. Program ini fokus pada pengembangan potensi di atas rata-rata dengan mengkonversi sekolah eksisting (27 SMA & 13 SMK) menjadi pusat keunggulan berbasis kearifan lokal. 

Poin Kunci Sekolah Maung:
Tujuan: Mencetak generasi muda Jawa Barat yang kompetitif, unggul, dan siap kerja.
Fasilitas & Lokasi: Sekolah Maung tersebar di 27 kabupaten/kota, memanfaatkan sekolah yang sudah ada.
Jurusan Khusus: Menampung bakat khusus di bidang teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan.
Konsep Kurikulum: Fleksibel, dikembangkan dari Sekolah Garuda Transformatif, dan berfokus pada potensi siswa.
Kontroversi & Kritik: Adanya kekhawatiran dari beberapa pihak mengenai potensi diskriminasi, kasta pendidikan, dan perlunya pengawasan ketat dari DPRD

RAPAT INTERNAL SEKOLAH MAUNG (27 APRIL 2026)

 







Tujuan utama Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah mencetak generasi muda Jawa Barat yang kompetitif, unggul dalam karakter, akademik, dan keterampilan, serta siap kerja atau masuk perguruan tinggi. Program yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi ini menggunakan kurikulum berbasis minat dan bakat, serta dirancang untuk menghapus ketimpangan kualitas pendidikan. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai tujuan Sekolah Maung:
Mencetak Generasi Unggul (Maung): Fokus utama adalah menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan karakter, kompetensi tinggi, dan berdaya saing di bidangnya masing-masing.
Kurikulum Berbasis Minat & Bakat: Sekolah Maung dirancang untuk mengasah potensi khusus siswa agar sesuai dengan kebutuhan industri atau perguruan tinggi.
Pendidikan Terintegrasi & Fleksibel: Menawarkan program pendidikan yang fleksibel, berfokus pada pengembangan prestasi akademik dan non-akademik siswa.
Penyetaraan Kualitas Pendidikan: Tujuan strategisnya adalah mengurangi atau menghapus ketimpangan kualitas antara sekolah-sekolah, sehingga sekolah dapat meningkatkan kontribusi positif terhadap hasil pendidikan.
Siap Kerja & Mandiri: Melalui kurikulum yang disesuaikan (termasuk 6 jurusan strategis), lulusan diharapkan langsung siap memasuki dunia kerja atau industri. 

Program Sekolah Maung ini direncanakan berjalan mulai tahun ajaran 2026/2027 dengan menggunakan 40 sekolah perwakilan SMA/SMK Negeri di Jawa Barat sebagai tahap awal

Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah program pendidikan unggulan inisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang diluncurkan pada tahun ajaran 2026/2027 untuk memfasilitasi siswa berprestasi akademik dan nonakademik. Program ini fokus pada pengembangan potensi di atas rata-rata dengan mengkonversi sekolah eksisting (27 SMA & 13 SMK) menjadi pusat keunggulan berbasis kearifan lokal. 

Poin Kunci Sekolah Maung:
Tujuan: Mencetak generasi muda Jawa Barat yang kompetitif, unggul, dan siap kerja.
Fasilitas & Lokasi: Sekolah Maung tersebar di 27 kabupaten/kota, memanfaatkan sekolah yang sudah ada.
Jurusan Khusus: Menampung bakat khusus di bidang teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan.
Konsep Kurikulum: Fleksibel, dikembangkan dari Sekolah Garuda Transformatif, dan berfokus pada potensi siswa.
Kontroversi & Kritik: Adanya kekhawatiran dari beberapa pihak mengenai potensi diskriminasi, kasta pendidikan, dan perlunya pengawasan ketat dari DPRD

Kamis, 23 April 2026

IHT PENDIDIKAN KARAKTER PANCAWALUYA SMA PASUNDAN 2 CIMAHI (23-24 APRIL 2026)

 





In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Panca Waluya adalah kegiatan penguatan nilai karakter berbasis kearifan lokal Jawa Barat di sekolah. Fokusnya adalah menginternalisasi lima pilar: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil) untuk membentuk manusia paripurna, yang diikuti oleh guru/tenaga kependidikan. 

Pilar Pendidikan Karakter Panca Waluya:
Cageur (Sehat): Memiliki jiwa dan raga yang sehat.
Bageur (Baik): Memiliki hati yang baik, tulus, dan berakhlak.
Bener (Benar): Selalu jujur, berbuat benar, dan integritas tinggi.
Pinter (Cerdas): Cerdas secara akademik dan potensi diri.
Singer (Terampil): Mampu, mandiri, tanggap, dan terampil. 

Tujuan dan Implementasi IHT:
Penguatan Komitmen: Memperkuat peran guru sebagai teladan dan mengintegrasikan karakter dalam ekosistem sekolah.
Kearifan Lokal: Mengimplementasikan filosofi Sunda dalam pendidikan, terutama di Jawa Barat (Jabar Istimewa).
Sasaran: Mencetak generasi yang unggul secara akademik dan berintegritas tinggi.
Kegiatan:Berisi sesi refleksi, pendalaman materi, dan komitmen bersama untuk menerapkan nilai-nilai tersebut
  1. Galeri Kegiatan hari kesatu lihat ; hari kedua lihat

PARENTING DAY DI SMAN 24 BANDUNG (23 APRIL 2026)

 









Kegiatan Parenting Day merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis dalam dunia pendidikan. Kita semua memahami bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekolah memberikan pendidikan akademik dan pembinaan karakter, sementara keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, sehingga kita dapat bersama-sama mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal. Anak-anak kita saat ini hidup di era yang penuh dengan tantangan, baik dari perkembangan teknologi, pergaulan, maupun perubahan sosial yang sangat cepat. Dalam kondisi seperti ini, peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta kedisiplinan anak.

Saya juga mengapresiasi pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan Parenting Day ini sebagai bentuk komitmen dalam membangun kemitraan pendidikan dengan orang tua. Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kerja sama dalam mendidik anak-anak kita.

Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal baik dari segi akademik, karakter, maupun keterampilan hidup.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Keberhasilan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Anak

1. Pendahuluan
Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan tidak dapat tercapai tanpa adanya kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah.
Pada era digital saat ini, anak-anak menghadapi berbagai tantangan seperti pengaruh media sosial, pergaulan bebas, penggunaan gadget yang berlebihan, serta perubahan nilai sosial. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi semakin penting dalam membimbing, mengawasi, dan mendampingi anak.

2. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak
Orang tua memiliki beberapa peran penting dalam pendidikan anak, antara lain:

a. Sebagai Pendidik Pertama dan Utama
Sejak lahir, anak belajar dari lingkungan keluarga. Nilai-nilai seperti:
kejujuran
disiplin
tanggung jawab
sopan santun
pertama kali diajarkan oleh orang tua.

b. Sebagai Teladan (Role Model)
Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam:
sikap
cara berbicara
kebiasaan sehari-hari
penggunaan teknologi

c. Sebagai Motivator
Orang tua perlu memberikan:
dukungan moral
apresiasi atas usaha anak
semangat belajar
Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak.

d. Sebagai Pengawas
Orang tua perlu mengawasi:
pergaulan anak
penggunaan internet dan media sosial
aktivitas belajar
kegiatan di luar rumah

3. Tantangan Pendidikan Anak di Era Digital
Saat ini anak-anak menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

1. Penggunaan Gadget Berlebihan
Dampaknya:
menurunnya konsentrasi belajar
kecanduan game
berkurangnya interaksi sosial

2. Pengaruh Media Sosial
Risiko yang muncul:
cyberbullying
konten negatif
pergaulan yang tidak sehat

3. Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga
Kesibukan orang tua sering membuat komunikasi dengan anak menjadi berkurang.

4. Strategi Orang Tua dalam Mendampingi Anak
Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua:

1. Membangun Komunikasi yang Baik
Mendengarkan cerita anak
Tidak langsung menyalahkan
Memberikan solusi bersama

2. Menanamkan Nilai Karakter
Contoh nilai yang perlu ditanamkan:
disiplin
tanggung jawab
kejujuran
kerja keras
saling menghargai

3. Mengontrol Penggunaan Gadget
Langkah yang bisa dilakukan:
membuat aturan penggunaan gadget
membatasi waktu screen time
mengawasi konten yang diakses anak

4. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Orang tua dapat:
menyediakan waktu belajar di rumah
memberi dukungan ketika anak mengalami kesulitan
menjalin komunikasi dengan guru

5. Pentingnya Kerja Sama Orang Tua dan Sekolah
Kerja sama antara orang tua dan sekolah dapat dilakukan melalui:
menghadiri pertemuan orang tua
komunikasi aktif dengan guru
mendukung program sekolah
memantau perkembangan belajar anak
Dengan kerja sama yang baik, pendidikan anak akan berjalan lebih optimal.

6. Harapan terhadap Orang Tua
Melalui kegiatan Parenting Day ini diharapkan:
terjalin komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan sekolah
orang tua semakin memahami perkembangan anak
tercipta lingkungan pendidikan yang positif bagi anak

7. Penutup
Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita persiapkan dengan baik. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga dan sekolah sangat penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.


Advokasi Rapor Pendidikan Tahun 2026 (28 APRIL 2026)

  Berikut adalah ringkasan materi yang saya susun khusus untuk Anda sebagai Pengawas Sekolah yang akan terlibat dalam kegiatan Advokasi Pe...